Iron Member
Join or Login to Multipers to get updates from Lena K.
Article Categories:
Uncategorized
Photo Album Categories:
Uncategorized
Review Categories:
Uncategorized
Recipe Categories:
Uncategorized
Product Categories:
Uncategorized



Kisah Presiden dan Walikota, Gara-Gara Kejebak Macet

Posted at 2014-01-24 13:47:01

IMG_1944.JPG

 

Dua problema kota Jakarta yang sampai saat ini masih blunder adalah problem banjir dan kemacetan lalu lintas. Saking blundernya, ukuran keberhasilan seorang gubernur Jakarta adalah kalau sudah bisa membebaskan Jakarta dari banjir dan kemacetan. Padahal kita semua sadar, masalah banjir dan macet di Jakarta adalah masalah benang kusut yang untuk mengurainya dibutuhkan kebijakan yang ekstrim, dan perlu keberanian ekstra karena berpotensi memicu gejolak sosial.

Tapi hari ini saya tidak ingin mengurai kemungkinan gejolak sosial yang akan terjadi. Lain kali aja ya, saya tulis. Saya cuma ingin bercerita tentang sikap seorang walikota ketika presiden yang notabene lebih tinggi jabatannya, menyindir sang walikota soal kemacetan lalu lintas di ibukota.

Ini kisah nyata, ketika Mahmoud Ahmadinejad (mantan presiden Iran) masih menjabat sebagai walikota Tehran. Ketika itu yang menjabat sebagai presiden adalah Mohammad Khatami. Seperti kota-kota besar di dunia lainnya, Tehran—ibukota Iran—juga menghadapi probleman kemacetan yang akut. Suatu hari, sang presiden ingin menghadiri sebuah acara pertemuan di kota Tehran. Tidak seperti di negara kita, kalau ada presiden, atau pejabat tinggi dan rombongannya lewat, jalan raya yang akan dilewatinya “disterilkan” sehingga jalanan lowong. Tapi tidak di Tehran, sehingga pagi itu sang presiden terjebak macet, dan terlambat tiba di tempat pertemuan.

Sang presiden pun melampiaskan kegusarannya dengan mengatakan bahwa penyebab keterlambatannya adalah jalan-jalan di Tehran yang macet. Omongan sang presiden ini pun dikutip media massa, dan dianggap sebagai sindiran pada Ahmadinejad sebagai walikota Tehran, agar segera mengatasi masalah kemacetan.

Menanggapi sindirian itu, walikota Tehran yang punya hobi sepakbola itu tidak bersikap reaktif. Ia malah tenang-tenang saja, dan dengan santai mengatakan, “Kita harus bersyukur karena memiliki presiden yang baru kali ini merasakan persoalan yang setiap hari dirasakan rakyat.”

Saya tidak tahu, kalau di Indonesia, adakah pejabat yang berani menjawab dengan kata-kata seperti ini, kalau disindir presidennya. Yang jelas, presiden Khatami marah besar dengan perkataan walikota Tehran. Saking jengkelnya, presiden melarang Ahmadinejad untuk ikut pertemuan dewan menteri yang biasa dihadiri para walikota. Namun Ahmadinejad menanggapi larangan itu sebagai sesuatu yang biasa-biasa saja.

 

kereta bawah tanah, Iran.JPG

 

Tapi pemerintah Iran sangat serius dalam mengatasi problema kemacetan di kota Tehran. Tentu saja ini, untuk mengatasi masalah kemacetan ini tidak semata-mata dibebankan pada seorang walikota, tetapi menjadi program nasional. Ketika Ahmadinejad akhirnya terpilih menjadi presiden dan menjabat selama dua periode, ia melanjutkan program pemerintah Iran membangun sarana transportasi cepat dan massal berupa jaringan kereta bawah tanah yang disebut metro di kota Tehran. Jaringan metro ini menghubungkan tempat-tempat penting di seluruh kota Tehran, dan menjadi salah satu jaringan kereta bawah tanah terbesar di Asia.

Lalu apakah dengan adanya metro ini kota Tehran bebas macet? Tidak juga. Kemacetan tetap terjadi saat peak hours. Tapi menurut warga Tehran, kemacetan sekarang tidak separah ketika belum ada jaringan metro.

Nah, di Jakarta juga katanya akan membangun monorel, sebagai salah satu solusi mengurangi kemacetan. Belajar dari Tehran, jangan harap ya Jakarta akan bebas macet setelah ada monorel. Selama warga Jakarta masih kelewat manja dan mubazir pakai mobil pribadi, dan selama pemerintah belum bisa tegas membuat aturan untuk mengerem jumlah mobil pribadi di ibukota, jangan mimpi Jakarta bebas macet. []

 

Informative
Informative
Interesting
Interesting

temans, thank for the stamps ... have a nice day ...

4 years ago

ya apalagi kebijakan mobil murah. bisa memperparah

4 years ago

soraya lannazia, kebijakan mobil murah mungkin bisa diterapkan di daerah daerah yang masih kekurangan alat transportasi, tapi tidak di kota besar seperti Jakarta.

4 years ago

kebanyakan gengsi , malah ada yg bilang lbh cepet pk mobil pribadi kan ga perlu ngetem n tunggu angkot, ada jg yg males krn angkutan massal kondisi nya dah lumayan parah...yg k3 emang sih kondisi macam transjkt dah byk yg rusak...tp balik lg....klo tdk djaga sama masyarakat sendiri y ttep aja bakal rusak

4 years ago

setuju Lila, masyarakat juga harus berperan menjaga sarana dan pra sarana transportasi ...

4 years ago
Please login to comment this article.