Iron Member
Join or Login to Multipers to get updates from Lena K.
Article Categories:
Uncategorized
Photo Album Categories:
Uncategorized
Review Categories:
Uncategorized
Recipe Categories:
Uncategorized
Product Categories:
Uncategorized



Colombus, Bukan Penemu Pertama Benua Amerika

Posted at 2014-02-24 09:54:01

980637_10151712436946734_824289256_o.jpg

 

Saya baru saja selesai membaca majalah yang mengulas tentang berbagai ekspedisi penjelajahan bumi, yang dalam sejarah disebut-sebut sebagai penjelajahan paling ekstrim. Mulai dari Marcopolo, David Livingstone, Ferdinand Magellan, Laksmana Cheng Ho, dan tentu saja Christopher Colombus.

Dari nama-nama itu, yang menarik perhatian saya adalah petualangan Christopher Colombus dalam mencari “dunia baru”. Siapa sih yang tidak kenal dengan Colombus. Selama ini, buku-buku sejarah dan buku-buku geografi menyebutnya sebagai orang yang menemukan benua Amerika. Tapi mungkin tak banyak orang tahu, Colombus sendiri tidak pernah menyangka ia telah menemukan benua Amerika. Catatan sejarah juga menyebutkan, jauh sebelum Colombus “kesasar” di benua Amerika, sudah banyak petualang-petualang yang lebih dulu singgah di benua itu.

Tulisan ini tentu saja bukan bermaksud untuk mengecilkan arti seorang Colombus yang sudah terlanjur dikenal sebagai penemu pertama benua Amerika. Apalagi ingin mengoreksinya. Tapi semata-mata untuk sekedar berbagai informasi tentang adanya catatan sejarah yang lain, untuk menambah wawasan.

Nah, kalau dari ulasan yang saya baca itu. Jauh sebelum Colombus menjejakkan kakinya di tempat yang sekarang dikenal sebagai benua Amerika, seorang petualang muslim bernama Khaskhas Ibnu Sa’ied Ibn Aswad sudah lebih dulu menjejakkan kakinya di sana. Menurut sejarawan dan pakar geografi Abul Hassan Ali Ibnu al-Hussain al-Masudi, dalam bukunya berjudul Hamparan Emas dan Tambang Permata, Khaskhas sudah menyusuri daratan benua Amerika sejak tahun 888 Masehi. Sedangkan Colombus baru tiba di benua itu pada tahun 1498.

Khaskhas yang hidup di masa Kekhalifahan Abdullah Ibn Muhammad, memulai penjelajahannya dari pelabuhan Spanyol melintasi Samudera Atlantik yang dikenal ganas. Dalam penjelajahannya mencari sumberdaya alam itu, ia tiba di sebuah daratan asing yang menurut Abul Hassan diduga keras sebagai benua Amerika sekarang. Penjelajahan Khaskhas ini menarik minat kalangan muslim di Afrika Barat, yang kemudian ikut menjelajah untuk menemukan benua tersebut. Kaum Muslimin dari Afrika Barat inilah yang disebut-sebut sebagai imigran pertama di benua Amerika.

Setelah Khaskhas, sejumlah penjelajah dari bangsa Viking juga disebut-sebut sudah lebih dulu memijakkan kaki di benua Amerika. Termasuk rombongan penjelajah asal China, yang dipimpin Laksamana Cheng Ho.

 

Karena Obsesi ke India

 

Columbus_discovers_new_world.jpg

 

Lalu, bagaimana ikhwalnya Colombus disebut sebagai penemu pertama benua Amerika, dan namanya tertulis di buku sejarah dan geografi hingga kini. Colombus sendiri ketika memulai penjelajahannya untuk mencari dunia baru, tujuan utamanya adalah kawasan Asia khususnya India.

Ia “terdampar” di benua Amerika tanpa sengaja. Berawal ketika Colombus melakukan penjelajahan ketiganya menuju Tanjung Verde. Dalam perjalanan, rombongan kapalnya kehabisan bekal, lalu ia menuju ke Pulau Trinidad di Dominika yang ia temukan dalam penjelajahannya yang kedua.

Setelah mengisi bekal untuk kapalnya, Colombus melanjutkan perjalanan. Dalam pelayarannya itu secara tak sengaja ia menemukan garis pantai dan daratan yang amat luas, yang saat ini merupakan wilayah Amerika Selatan. Colombus mengira daratan itu adalah Asia atau India yang selama ini ia cari. Colombus bahkan menyebut penduduk lokal sebagai “orang Indian” . Itulah asal usul mengapa sehingga suka bangsa asli benua Amerika disebut Indian.

Ketidaksengajaan itulah yang membuat nama Colombus dikenal sebagai penemu pertama benua Amerika hingga sekarang.

Colombus sendiri, sampai akhir hayatnya tidak pernah sampai ke benua Asia khususnya India yang menjadi tujuan utama penjelajahannya.

Begitulah ceritanya. Semoga bermanfaat. Yang jelas membaca kisah-kisah petualangan para penjelajah di masa lalu, sungguh membuat saya terkagum-kagum. Mereka tidak segan-segan mengarungi samudera luas yang ganas dengan perahu layar, bahkan ada yang cuma menggunakan rakit. Meski sayangnya, penjelajahan itu menjadi bibit penjajahan dan penindasan sebuah bangsa terhadap bangsa lain, demi menguasai kekayaan sumber daya alam daerah bersangkutan. Dan bibit penjajahan itu, di berbagai kawasan masih terjadi dalam bentuk penjajahan dan perang modern. []

No stamp received.

Comment has been deleted.

5 years ago
Please login to comment this article.