Iron Member
Join or Login to Multipers to get updates from Lena K.
Article Categories:
Uncategorized
Photo Album Categories:
Uncategorized
Review Categories:
Uncategorized
Recipe Categories:
Uncategorized
Product Categories:
Uncategorized



Tulip, Bunga Warisan Turki Ustmani bukan Belanda

Posted at 2014-03-20 15:29:01

tulip1.jpg

 

Bunga tulip selalu diidentikkan dengan negara Belanda. Ribuan wisatawan datang ke Belanda hanya untuk mengagumi bunga yang cantik dan berwarna cerah yang banyak ditanam di taman-taman negara Kincir Angin itu. Kota Keukenhof di Belanda, setiap tahunnya dikunjungi sekitar 800.000 orang dari seluruh dunia yang ingin menyaksikan keindahan aneka bunga tulip dalam Festival Tulip tahunan di kota itu.  Tak heran masih banyak orang yang beranggapan bahwa bunga tulip adalah bunga asli Negeri Belanda.

Bunga tulip sebenarnya berasal dari Asia Tengah dan kalau menelisik sejarahnya, Belanda berhutang budi pada kekhalifahan Islam Ustmaniyah di Turki, karena atas peran kekhilafahan Islam inilah Belanda sekarang jadi terkenal karena bunga tulipnya.

Bunga tulip adalah bunga yang tumbuh liar. ,Orang-orang Turki yang pertama kali membudidayakan bunga ini pada di awal abad ke-10. Pada masa pemerintahan kekhalifahan Ustmaniyah, terutama pada masa kekuasaan Sultan Ahmed III (1703-1730) bunga tulip sangat berperan penting, sehingga masa Sultan Ahmed III disebut juga sebagai "Era Bunga Tulip."

Pada masa itu, istana Sultan memiliki sebuah dewan khusus untuk membudidayakan bunga-bunga tulip. Dewan itu dipimpin oleh seorang Turki yang juga kepala perangkai bunga istana yang tugasnya memberikan penilaian pada kualitas berbagai jenis bunga tulip, dan memberikan nama yang indah dan puitis bagi bunga-bunga itu. Nama-nama yang diberikan antara lain,  "Those that burn the heart", "Matchless Pearl", "Rose of colored Glass", "Increaser of Joy", "Big Scarlet", "Star of Felicity", "Diamond Envy", dan "Light of the Mind".

Hanya bunga-bunga tulip yang memiliki kualitas sempurna yang dimasukkan dalam daftar, yaitu bunga tulip yang memenuhi standar mulai dari ukuran tinggi dan kerampingan kelopak bunganya, bentuk helaian kelopaknya yang lancip, dan jarak antara helaiannya harus sempit. Helaian kelopaknya harus halus tapi kuat, satu warna, ukuran lebar dan panjangnya juga mesti pas. Tiga ratus tahun kemudian, komunitas holtikultura Belanda dan Inggris mengajukan usul untuk melakukan klasifikasi bunga tulip yang sudah dilakukan jauh sebelumnya oleh ahli perangkai bunga Turki di kesultanan Ahmed III.

 

tulip 2.jpg

 

Sejarah Bunga Tulip di Belanda

Bunga tulip baru dikenal di Belanda pada abad ke-16 dan menjadi sangat populer di kalangan masyarakat kelas atas di negeri itu. Kata "tulip" sendiri berasal dari bahasa Turki yang artinya "sorban", semacam kain yang dililit untuk menutupi kepala. Tidak diketahui kapan persisnya negara Kincir Angin itu mulai membudidayakan bunga tulip, tapi disebut-sebut bunga tulip mulai dibawa ke Belanda pada sekitar tahun 1550-an oleh kapal-kapal yang berasal dari Istanbul.

Dokumentasi pertama tentang penanaman bunga tulip bertahun 1954 di Kebun Raya Universitas Leiden. Menurut catatan itu, bunga tulip yang ditanam di kebun raya universitas Leiden dibawa oleh Carolus Clusius dari Wina, Austria, penanggungjawab taman istana di Austria. Ketika itu, pengaruh budaya Turki sangat kuat di Austria terutama dari gaya berpakaian yang oriental dan tradisi minum kopinya.

Memasuki abad ke-17, perekonomian Belanda tumbuh pesat dan memicu persaingan antara pecinta bunga tulip. Mereka berlomba-lomba mencari bunga tulip yang paling indah dan tidak segan-segan membayar dengan harga mahal untuk membeli bunga tulip itu. Harga bunga tulip di Belanda pun makin mahal, bahkan kabarnya ada jenis bunga tulip yang harganya sama dengan harga sebuah rumah. Tahun 1635, satu set bunga tulip yang berjumlah 40 tangkai dijual dengan harga 100.000 florin, bandingkan dengan pendapatan kalangan kelas menengah pada masa itu di Belanda yang hanya 150 florin.

Tahun 1636, usaha bunga tulip menjadi salah satu bisnis yang perdagangan yang masuk dalam bursa saham dan diminati banyak orang. Kalangan pengusaha rela menjual tanah, rumah dan harta bendanya untuk berinvestasi di bisnis bungan tulip. Jenis bunga tulip yang sangat terkenal saat itu adalah jenis tulip yang bernama Viceroy, yang harganya bisa ribuan florin. Belanda menyebut fenomena "demam tulip" ini sebagai fenomena "wind trade" (perdagangan kontrak tulip) yang murni dilakukan dengan spekulasi. Ironisnya, masa keemasan bisnis bunga tulip di Belanda hanya berlangsung setahun, karena pada tahun 1637 pasar bunga tulip jatuh dan harga bunga tulip ikut melorot.

Sampai hari ini, istilah "tulip mania" atau "tulipomania" atau "kegilaan tulip" masih digunakan sebagai istilah untuk menggambarkan goncangnya perekonomian karena munculnya spekulan terhadap sesuatu trend bisnis yang sifatnya untung-untungan. Meski cerita di balik "tulip mania" ini sedikit memalukan, tapi Belanda tetap mencintai tulip dan banyak orang yang tak ingat bahwa tulip-tulip yang indah dan cantik itu hasil budidaya dari jaman kekhilafahan Islam Turki Utsmani.

(sumber:Islamicity)

 

tulip3.jpg

tulip di Turki, Maret 2014 (courtesy of Dian Akbas from Alanya, Turki)

No stamp received.

kalo tulip ditanam di indonesia ga bisa sebagus yg di belanda...

4 years ago

Avizena Zen ... pernah nyoba nanam tulip?

4 years ago

belom heeh pernah baca beritanya mbak, kan ditanam di batu-malang, bisa tumbuh tapi mekarnya ga sebagus di Belanda

4 years ago

oic ... mungkin iklim dan tanahnya beda ya ...

4 years ago
Please login to comment this article.