Iron Member
Join or Login to Multipers to get updates from Lena K.
Article Categories:
Uncategorized
Photo Album Categories:
Uncategorized
Review Categories:
Uncategorized
Recipe Categories:
Uncategorized
Product Categories:
Uncategorized



Cha No Yu, Secawan Teh Hijau Penuh Makna

Posted at 2014-04-03 23:15:01

a11 teh hijau yang disajikan.jpg

 

Jepang menjadi salah satu negara yang memiliki ritual minum teh yang istimewa. Mengapa istimewa, karena tradisi minum teh di Jepang diselenggarakan dalam upacara khusus yang menggabungkan antara seni dan filsafat hidup.

Upacara minum teh itu disebut Cha No Yu, tata cara minum teh yang ditampilkan dengan tingkat kesopanan yang sangat tinggi, anggun dan tata krama yang menawan. Hal itu bisa terlihat dari mulai menyeduh teh, bagaimana tuan rumah menyajikannya pada tamu, bagaimana tamu menerima cawan teh dan meminumnya, sampai acara selesai.

Oleh sebab itu, Cha No Yu perlu dipelajari secara khusus. Bisa makan waktu bertahun-tahun untuk menguasai seluk beluk Cha No Yu, mulai dari tingkat dasar sampai ahli.

Beruntung, pada Sabtu (25/3), saya mendapat kesempatan untuk ikut acara Cha No Yu yang diselenggarakan Japan Foundation di Jakarta. Mengikuti rangkaian upacaranya, terasa betul kalau Cha No Yu bukan acara minum teh biasa karena ada tata krama yang harus diperhatikan dan mengandung filosofi kehidupan dalam setiap tahapannya.

Tuan rumah yang menyelenggarakan Cha No Yu, jauh-jauh hari sudah menyiapkan tempat khusus, biasanya dalam sebuah ruangan yang lantainya sudah dialasi tatami. Tempat yang akan digunakan dibersihkan, diberi hiasan dinding sederhana berupa tulisan kaligrafi Jepang dan sebuah vas bunga kecil beserta bunganya. Ruangannya ditata sederhana, dengan hiasan minimalis, menebarkan suasana yang bersih, nyaman dan menenangkan.

 

DSCN6182.JPG

 

Tamu yang diundangpun harus memperhatikan tata krama, terutama dalam berbusana. Kenakan pakaian yang sopan, usahakan mengenakan rok panjang yang menutupi lutut, serta mengenakan kaos kaki.

Rangkaian Cha No Yu, Sakral dan Penuh Estetika

Tamu duduk dengan sikap sopan di atas tatami (dalam acara minum teh yang melibatkan banyak tamu, bisa duduk di kursi). Sebelum teh disajikan , tuan rumah menyediakan kue-kue manis. Kemarin yang disajikan adalah kue moci. Lalu Otemae, istilah untuk orang yang menyediakan dan membuat teh untuk tamu, menyiapkan teh dengan peralatan yang sudah disediakan.

bagikan kue moci.JPG

 

alat.JPG

 

Teh yang disajikan adalah teh hijau (ocha) berkualitas tinggi yang usianya bisa mencapai ratusan tahun. Rasanya tawar dan agak pahit. Tapi jenis teh jenis ini bagus untuk kesehatan. Teh itu diseduh dalam sebuah cawan (mangkok kecil dari keramik) dengan menggunakan air panas yang dimasak langsung di atas tungku. Terdengar suara gemericik ketika air panas dikucurkan dari gayung kecil berbentuk bambu, ke dalam cawan. Lalu teh diaduk perlahan, hingga teh berwarna hijau kental dan agak berbusa.

Tuan rumah memberikan cawan berisi teh itu satu persatu pada para tamu dengan penuh penghormatan. Maka tamu pun harus menerima cawan teh itu dengan hormat pula. Saat akan meneguk teh, cawan diputar dua kali searah jarum jam. Jika terdapat motif atau gambar di bagian badan cawan, makan motifnya harus menghadap ke depan. Lebih baik jika tamu menyeruput teh dengan mengeluarkan suara seruputan yang pelan. Menandakan bahwa tamu menikmati teh yang dihidangkan. Setelah teh diminum, cawan kembali diputar dua kali berlawanan dengan arah jarum jam.

cha1.JPG

 

cha3.JPG

 

cha2.JPG

 

cha4.JPG

 

Cawan yang digunakan dalam acara Cha No Yu biasanya cawan hasil karya maestro tembikar, yang namanya tertulis di bagian bawah cawan. Motif-motif gambar pada cawan umumnya terinspirasi dari empat musim (musim dingin, musim semi, musim gugur dan musim panas) di Jepang.

Jika ada sisa teh di bibir, cara membersihkannya dengan mengusapnya dengan jari telunjuk atau ibu jari. Semua rangkaian dilakukan dengan gerakan yang penuh estetika, teratur, tenang, perlahan, dan terlihat anggun. Bahkan ada aturan khusus saat Otemae menyajikan dan menyeduh teh, mulai dari cara mengelap cawan sebelum digunakan, melipat serbet yang digunakan sebagai lap, cara mengambil air dari dalam wadah di atas tungku, sampai cara mengaduk tehnya.

aduk.JPG

 

cha5.JPG

 

cha7.JPG

Saat minum teh, tuan rumah dan tamu berbincang-bincang akrab dalam suasana yang tenang, jauh dari hingar bingar kehidupan di luar dan terasa sakral tapi tetap rileks. Suasana seperti ini memang sengaja diciptakan, karena acara Cha No Yu selain untuk lebih mengakrabkan hubungan pertemanan, juga ingin memberikan sensasi yang menenangkan rohani. Sehingga para tamu dan tuan rumah merasakan kedamaian saat menikmati teh hijau yang hangat, yang kedamaian dan kebahagiannya akan terbawa oleh para tamu sampai pulang ke rumahnya. []

 

guru dan siswa cha no yu.JPG

 para instruktur dan siswa kelas Cha No Yu di Japan Foundation

Informative
Informative

kalo green tea emang rasanya agak pahit ya

4 years ago

pengen nyobain tehnya  Smile

4 years ago

Avizena ... iya agak pahit

Cantik Butik .... boleh. tapi kalau saya kayaknya besok besok lebih senang kalau diundang ngopi saja ...  Smile

4 years ago
Please login to comment this article.